Diberdayakan oleh Blogger.
vsdvgdebvgd
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Implementasi Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi dalam Pendidikan Karakter

|| || , || Leave a komentar
Supervisi dan monitoring tidak bisa dipisahkan, yaitu sama-sama untu memberikan   solus ketik terjadi   permasalahan  di lapangan.  Keuntungan  atau  tujuan  khusus  supervisi  adalah untuk memberikan solusi, sedangkan monitoring untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan program dan kegiatan. Untuk tujuan tertentu, supervisi, monitoring, dan evaluasi dapat dilaksanakan secara bersama-sama.     Dalam kerangka pelaksanaan supervisi  dan  monitoring  program  dan  kegiatan pendidikan karakter, dapat dikembangkan berbagai macam instrumen sesuai dengan tujuan supervisi dan monitoring. 

Langkah-langkah utama yang perlu ditempuh dalam supervisi dan monitoring pelaksanaan program pendidikan karakter ini antara lain: 
1)  Pengembangan instrumen, 
2)  Evaluasi diri oleh sekolah, 
3)  Verifikasi   da klarifikasi   oleh   petuga supervisi   dan monitoring, 
4)  Melaksanakan  observasi  lapangan  tentang pelaksanaan pendidikan karakter, 
5)  Mendiskusikan temuan dan permasalahan di lapangan, dan 
6)  Memberikan jalan keluar atau mengatasi permasalahan. 

Kegiatan supervisi dan monitoring dapat dilakukan oleh internal sekolah seperti kepala sekolah atau penanggungjawab kegiatan, sedangkan dari luar sekolah dapat dilakukan oleh berbagai instansi yang terkait (pemerintah daerah, pemerintah, komite sekolah) dan orang tua peserta didik serta masyarakat.

Kegiatan-kegiatan pendukung bimbingan dan konseling

|| || , || Leave a komentar


Kegiatan pendukung bimbingan dan konseling pada umumnya dapat dilaksanakan tanpa kontak langsung dengan siswa. Kegiatan pendukung yang perlu dilakukan adalah :
1.    Aplikasi Instrumentasi, merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang siswa, keterangan tentang lingkungan siswa dan lingkungan lainnya. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes.
2.    Himpunan  Data,  merupakan  kegiatan  untuk  menghimpun  seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan siswa. Himpunan data diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematik, komprehensif, terpadu, dan sifatnya tertutup.
3.    Konferensi Kasus, merupakan kegiatan untuk membahas permasalahan  siswa  dalam  suatu  pertemuan  yang  dihadiri  oleh pihak-pihak  yang  dapat  memberikan  keterangan,  kemudahan  dan  komitmen bagi terentaskannya permasalahan siswa itu. Pertemuan konferensi kasus bersifat terbatas dan tertutup.
4.    Kunjungan Rumah, merupakan kegiatan untuk memperoleh data, keterangan, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan siswa melalui kunjungan ke rumahnya. Kunjungan rumah ini merupakan salah satu bentuk kerja sama dengan orang tua.
5.    Alih Tangan Kasus, merupakan kegiatan pendukung untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah yang  dialami  siswa  dengan  memindahkan  penanganan  kasus  ke pihak lain yang lebih berwenang, misalnya kepada guru mata pelajaran,  psikolog, sesuai dengan permasalahan siswa.
6.    Tampilan Kepustakaan, merupakan kegiatan pendukung untuk mendapatkan solusi dari permasalahan yang dihadapi peserta didik melalui kajian pustaka yang dilakukan secara mandiri oleh peserta didik.

Kegiatan layanan dan pendukung bimbingan dan konseling tersebut kesemuanya saling terkait dan saling menunjang baik langsung maupun tidak langsung. Guru pembimbing wajib menyelenggarakan jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling tersebut dengan penyesuaian sepenuhnya terhadap karakteristik siswa yang dilayani. Penyelenggaraan jenis-jenis layanan itu dibantu oleh kegiatan pendukung. Perlu diingatkan bahwa kegiatan pendukung hanyalah sekedar pendukung, yang ketidakterlaksanaannya tidak boleh mengurangi pelaksanaan jenis-jenis layanan yang sifatnya lebih utama itu.