Diberdayakan oleh Blogger.
vsdvgdebvgd
Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan

Nilai yang Diintegrasikan ke Dalam Kegiatan Pembinaan Kesiswaan

|| || ,, || Leave a komentar


Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan menyebutkan sepuluh kelompok nilai karakter yang dikembangkan pada peserta didik melalui kegiatan pembinaan kesiswaan, yaitu:



1 Keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;

2 Budi pekerti luhur atau akhlak mulia;

3 Kepribadian unggul, wawasan kebangsaan, dan bela negara;

  4 Prestasi akademik, seni, dan/atau olahraga sesuai bakat dan minat;
5.  Demokrasi,  hak  asasi  manusia,  pendidikan  politik, lingkungan  hidup,  kepekaan  dan  toleransi  sosial  dalam konteks masyarakat plural;
6 Kreativitas, keterampilan, dan kewirausahaan;
7. Kualitas jasmani, kesehatan, dan gizi berbasis sumber gizi yang terdiversifikasi ;
8 Sastra dan budaya;

9 Teknologi informasi dan komunikasi;

10. Komunikasi dalam bahasa Inggris;



Kesepuluh kelompok nilai tersebut dijabarkan menjadi berbagai kegiatan yang secara rinci disebutkan dalam lampiran Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008.  Apabila ditelaah lebih jauh, rincian dari Permendiknas tersebut di atas tidak berbeda dengan dua puluh nilai-nilai utama yang dikelompokkan menjadi nilai-nilai  yang  berhubungan dengan  Ketuhanan, diri  sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang merupakan fokus dari pendidikan karakter di SMP.




Pemeliharaan Kebersihan dan Keamanan di Lingkungan Sekolah

|| || , || Leave a komentar


Pemeliharaan kesehatan perorangan dan  lingkungan merupakan factor   yang   sangat   penting   dalam   menciptakan   lingkungan kehidupan  sekolah  yang  sehat.  Hal-hal  yang  perlu  diperhatikan dalam  rangka  pemeliharaan  kebersihan  perorangan  (personal hygiene), khususnya bagi murid-murid adalah:
•   kebersihan kulit, kuku, rambut, telinga, telinga, dan hidung.
•   kebersihan mulut dan gigi.
•   kebersihan dan kerapian pakaian.
•   mMemakai alas kaki (sepatu atau sandal).
•   cuci tangan sebelum memegang makanan, dan sebagainya.

Sedangkan kebersihan lingkungan yang perlu diperhatikan antara lain:
   •     kebersihan  perlengkapan  sekolah  (bangku,  meja,  dan  alat sekolah yang lain).
•   kebersihan kaca, jendela, dan lantai
•   kebersihan WC dan kamar kecil.
•   kebersihan ruang kelas.
•   membuang sampah pada tempatnya.
•   membiasakan meludah tidak di sembarang tempat.
•   pemeliharaan taman atau kebun sekolah.

Keamanan umum sekolah dan lingkungannya:
1. Ada pagar sekolah, untuk mencegah atau mengurangi murid- murid keluar masuk gedung sekolah, sehingga membahayakan keselamatannya. 
2.  Halaman dan gang atau jalan masuk ke sekolah mudah dilewati atau tidak becek di musim hujan, dan berdebu pada musim kemarau.
3. Semua pintu dan jendela diatur sedemikian rupa sehingga membuka kea rah luar.
4. Ada tanda lalu lintas khusus sebagai pemberitahuan kepada pemakai jalan  agar  waspada di  lingkungan sekolah  (banyak anak berlari-larian).
5. Tersedia P3K, dan tenaga atau guru yang terlatih di bidang P3K.

Penumbuhan kesadaran mengimplementasikan nilai- nilai karakter dalam manajemen sekolah

|| || ,, || Leave a komentar




a. Sekolah mengadakan kegiatan ESQ untuk menyadarkan warga sekolah terhadap nilai-nilai karakter;

b. Sekolah mengadakan kegiatan renungan dalam waktu- waktu tertentu dengan materi keagamaan khususnya nilai-nilai taat kepada Tuhan YME, syukur  (berterima kasih),  ikhlas,  sabar  (kepada  Tuhan),  dan  tawakkal, untuk  merubah  sikap  yang  lebih  baik  atas  dasar kemauan dirinya (tanpa paksaan atau tekanan);

c. Sekolah  mengadakan  kunjungan  ke  tempat-tempat khusus (misalnya ziarah)  yang  dapat  membangkitkan kesadaran pentingnya nilai-nilai karakter. Hasilnya juga dapat  dipergunakan  untuk  merubah  kondisi  sekolah yang menumbuhkan dan membangkitkan kesadaran diri dan emosinya terhadap nilai-nilai karakter tersebut;

d. Sekolah       bekerjasama      dengan      lembaga keagamaan/pondok/lainnya untuk memberikan motivasi tentang  praktik  kehidupan  nyata  yang  mengandung nilai-nilai karakter. Potret dan pengalaman sikap baik dari orang lain, emosional yang baik dari orang lain dapat memberikan penguatan sikap yang baik pula;

e. Sekolah mengadakan kegiatan outbond dengan tema- tema yang berkaitan dengan nilai-nilai karakter untuk memberikan kesadaran, introspeksi, dan merubah sikap menjadi lebih baik;

f.Sekolah melakukan kunjungan dan mengkaji fenomena ke   lembaga-lembaga  sosial   seperti   panti   asuhan, lembaga pemasyarakatan, penampungan anak, dan sebagainya  untuk  memberikan muatan  tentang  sikap moral   yang   berkaitan  dengan   nilai-nilai   karakter sehingga dapat memberikan inspirasi dalam bersikap yang dilandasi oleh nilai-nilai tersebut;