Pendidikan merupakan proses
yang paling ber-tanggung jawab dalam melahirkan warga negara Indonesia yang
memiliki karakter kuat sebagai modal
dalam membangun peradaban tinggi dan unggul. Karakter bangsa yang kuat merupakan produk dari pendidikan yang bagus dan mengembangkan
karakter. Ketika mayoritas karakter masyarakat kuat, positif,
tangguh peradaban yang tinggi dapat dibangun dengan baik dan sukses.
Sebaliknya, jika mayoritas karakter
masyarakat negatif, karakter negatif
dan lemah mengakibatkan peradaban yang dibangun pun menjadi lemah sebab
peradaban tersebut dibangun dalam fondasi yang amat lemah.
Karakter bangsa adalah modal
dasar membangun peradaban tingkat tinggi, masyarakat yang memiliki sifat jujur,
mandiri, bekerja-sama, patuh pada peraturan, bisa dipercaya, tangguh dan
memiliki etos kerja tinggi akan menghasilkan sistem kehidupan sosial yang
teratur dan baik. Ketidakteraturan sosial menghasilkan berbagai bentuk tindak
kriminal, kekerasan, terorisme dan lain-lain.
Pembentukan karakter dan watak atau kepribadian ini
sangat penting, bahkan sangat mendesak dan mutlak adanya (tidak bisa
ditawar-tawar lagi). Hal ini cukup beralasan. Mengapa mutlak diperlukan? Karena
adanya krisis yang terus berkelanjutan melanda bangsa dan negara kita sampai
saat ini belum ada solusi secara jelas dan tegas, lebih banyak berupa wacana
yang seolah-olah bangsa ini diajak dalam dunia mimpi.
Banyak kalangan
masyarakat yang mempunyai pandangan terhadap istilah “kelatahan sosial” yang
terjadi akhir-akhir ini. Hal ini memang terjadi dengan berbagai peristiwa,
seperti tuntutan demokrasi yang diartikan sebagai kebebasan tanpa aturan,
tuntutan otonomi sebagai kemandirian tanpa kerangka acuan yang mempersatukan
seluruh komponen bangsa, hak asasi manusia yang terkadang mendahulukan hak
daripada kewajiban. Pada akhirnya berkembang ke arah berlakunya hukum rimba
yang memicu kesukubangsaan . Kerancuan ini menyebabkan orang frustasi dan
cenderung meluapkan perasaan tanpa kendali dalam bentuk “amuk massa atau amuk
sosial”.
Berhadapan dengan
berbagai masalah dan tantangan, pendidikan
nasional pada saat yang sama (masih) tetap memikul peran multidimensi. Berbeda
dengan peran pendidikan pada
negara-negara maju, yang pada dasarnya lebih terbatas pada transfer ilmu
pengetahuan, peranan pendidikan
nasional di Indonesia memikul beban lebih berat Pendidikan berperan bukan hanya merupakan sarana transfer ilmu
pengetahuan saja, tetap lebih luas lagi sebagai pembudayaan yang tentu saja hal
terpenting dan pembudayaan itu adalah pembentukan karakter dan watak, yang pada gilirannya sangat krusial bagi notion
building atau dalam bahasa lebih populer menuju rekonstruksi negara dan bangsa
yang lebih maju dan beradab.
Oleh karena itu, reformasi pendidikan
sangat mutlak diperlukan untuk membangun karakter
atau watak suatu bangsa, bahkan merupakan kebutuhan mendesak. Reformasi
kehidupan nasional secara singkat, pada intinya bertujuan untuk membangun
Indonesia yang lebih genuinely dan authentically demokratis dan
berkeadaban, sehingga betul-betul menjadi Indonesia baru yang madani, yang
bersatu padu. Di samping itu, peran pendidikan
nasional dengan berbagai jenjang dan jalurnya merupakan sarana paling strategis
untuk mengasuh, membesarkan dan mengembangkan warga negara yang demokratis dan
memiliki keadaban kemampuan, keterampilan, etos dan motivasi serta
berpartisipasi aktif, merupakan ciri dan karakter
paling pokok dari suatu masyarakat madani Indonesia.
ARTIKEL LAINNYA
