Stimulasi diperlukan untuk
perkembangan otak bayi yang akan menentukan kecerdasan. Stimulasi indra peraba dan
pengecap juga akan mengoptimalkan perkembangan otak, selain stimulasi indra pendengaran dan
penglihatan. Stimulasi indra peraba dan pengecap juga akan
mengoptimalkan perkembangan otak, selain stimulasi
indra pendengaran dan penglihatan. Ingin punya bayi hebat? Salah satu kuncinya
pasti stimulasi! Terdengar klise
mungkin, tapi memang begitulah prosesnya. Stimulasi
diperlukan untuk perkembangan otak yang akan menentukan kecerdasan. Apalagi
bila dikaitkan dengan the golden age atau masa pesat perkembangan otak
di usia 0-3 tahun (ada juga yang mengatakan 0-6 tahun). Setelah itu, perkembangan otak manusia pun
akan melambat. Jadi manfaatkan masa ini dengan sebaik-baiknya. Cepatnya
perkembangan otak dalam periode ini ditandai dengan pertambahan berat otak dari
400 gr di waktu lahir menjadi hampir 3 kali lipatnya setelah akhir tahun
ketiga.
Orang
tua harus rajin menstimulasi semua
indra bayi secara seimbang agar tumbuh kembangnya menjadi optimal.
Beberapa stimulasi indra peraba dan pengecap antara lain :
a) Rangsangan Indra Peraba
Sebenarnya,
secara tidak sadar, orang tua sudah melakukan beberapa stimulasi indra sentuhan dari hari ke hari. Hanya saja, mungkin
upayanya kurang maksimal. Agar lebih maksimal berikut beberapa cara yang dapat
dilakukan:
b) Pijat bayi
Pijatan
dapat memberi efek relaks pada bayi. Penelitian membuktikan bayi prematur yang
sering dipijat akan tumbuh lebih baik, lebih cepat, lebih tenang serta lebih
jarang menangis ketimbang bayi-bayi prematur yang tidak dipijat. ‘Jadi terbukti
sentuhan orang tua mempengaruhi perkembangan bayi, bukan?. Akan lebih baik bila
mengikuti berbagai kursus pijat bayi yang banyak diselenggarakan untuk
mengetahui teknik pijatan yang tepat. Jika bayi dipijat tanpa mengenakan
pakaian, pilih ruangan yang cukup hangat.
c) Ranjang
Kebanyakan,
waktu bayi akan dihabiskan di atas ranjang. Nah, untuk menstimulasi indra peraba, lapisi ranjang dengan alas tempat tidur
yang lembut dan hangat sehingga ia merasa nyaman di dalamnya.
d) Bahan
Bayi perlu mengenal konsep kasar-halus atau keras-lunak. Untuk itu
kita bisa mengenalkannya kepada berbagai tekstur bahan seperti sutera, satin,
velvet, kulit, handuk dan sebagainya. Bisa juga memanfaatkan kegiatan
sehari-hari. Dengan mandi, misalnya, bayi jadi tahu sifat sabun yang licin.
e) Jalan Tanpa Alas
Bila
sudah agak besar, bayi bisa diajak berjalan-jalan tanpa alas kaki sehingga ia
dapat merasakan perbedaan kala menyentuh lantai, karpet, atau rumput. Nah, apa
yang kita sampaikan kepada sensori peraba bayi akan terekam di dalam otaknya
dan membantu dia menghubungkan jaringan sel-sel saraf yang ada di dalamnya.
Akhirnya, pada sekitar usia 2 tahun ia mulai bisa menyebutkan kalau batu itu
keras atau sutera itu lembut.
f) Rangsangan Indra Pengecap
Stimulasi
indra pengecap pun sudah akrab dengan aktivitas sehari-hari si kecil, berikut
beberapa di antaranya:
g) Susu ASI
Menyusu
ASI merupakan salah satu cara merangsang indra pengecap bayi. Beberapa pakar
mengatakan, bayi yang menyusu ASI akan lebih jarang mengisap jari ketimbang
yang menyusu dari botol. Waktu menyusu yang ideal sekitar 30 sampai 40 menit.
Di atas 20 menit sebenarnya susu ibu sudah kosong, namun bayi tetap mengisap
puting ibunya demi memenuhi kebutuhan mengisapnya.
h) Isap jari
Untuk
menstimulasi indra pengecapnya
biarkan bayi mengisap jari. Seperti diketahui, setiap bayi pasti akan mengisap
jari. Terlebih pada bayi baru lahir hingga usia 3 bulan. Sampai usia 7 bulan
pun, kebiasaan mengisap jari pada bayi masih dianggap wajar. Setelah usia itu
tentu kebiasaan ini mesti dihentikan. Penunjang ASI
Selepas
usia 6 bulan, mulailah bayi diperkenalkan dengan berbagai macam rasa makanan
agar saat besar nanti indra pengecapnya terbiasa dengan aneka jenis makanan. Ia
pun akan tumbuh menjadi anak yang tidak pilih-pilih makanan.
i) Mainan Gigitan
Bisa
diberikan saat ia mulai memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya, yakni
sekitar usia 6 bulan. Tentu saja perhatikan kebersihannya. Ajak si kecil ngobrol saat kita
memberinya stimulasi. Dengan begitu,
perkembangan bahasanya pun akan ikut terangsang. Dengan berkomunikasi, orang
tua juga akan menjalin kedekatan dengan anak.
ARTIKEL LAINNYA
