
Avian
influenza bersifat zoonosis terbukti dapat
menular
dari
unggas ke hewan lain dan manusia.
Infeksi Avian influenza pada manusia menyebabkan penyakit flu burung. Kasus di Hongkong
pada tahun 1997 VAI tipe H5N1. Di Indonesia, dilaporkan kasus flu burung pertama pada manusia di Tangerang Juli 2005. Diikuti laporan kasus-kasus berikutnya. Tempat dan tahun kejadian
pandemi flu di dunia:
• Spanish flu (1918-1919), oleh H1N1, 50 juta orang meninggal.
• Asian flu (1957-1958), H2N2, 70 ribu orang meninggal.
• Hong Kong flu (1968-1969), oleh H3N2, 34 ribu orang meninggal.
Cara Penularan
Penularan
virus avian influenza
dapat terjadi dengan kontak
langsung dan tidak langsung.
Kontak langsung terjadi dari unggas
terinfeksi ke unggas peka melalui leleran tubuh atau feses. Secara tidak langsung terjadi melalui debu, pakan, air minum, petugas,
peralatan kandang, kendaraan,
tukang tangkap ayam, penjual ayam
di pasar, dll. Lalat juga berperanan dalam penyebaran AI.
Gejala Avian Influenza
pada Ayam
• Gejala-gejala
klinis yang tampak
akibat infeksi VAI di lapangan
bervariasi tergantung pada tipe virus penyebab penyakit.
• Gejala umum yang tampak dan paling mudah dikenali adalah:
pial, muka, dan kepala bengkak
berwarna kebiruan.
Gejala Flu Burung pada Manusia
· Kasus possible, berupa radang pernafasaan akut, demam, batuk,
sakit tenggorokan, pilek.
Orang
yang
seminggu terakhir mengunjungi peternakan terserang H5N1.
· Kasus
probabble berupa gejala seperti di atas diikuti
pneumonia. Hasil uji AI positif terhadap H5N1.
· Kasus confirmed, berupa gejala seperti di atas diikuti uji kultur sel
atau PCR terhadap H5N1 positif atau erjadi peningkatan toter antibodi H5 sebesar 4 kali.
Pencegahan dan Tindakan Terhadap
Flu Burung
Penyakit karena
infeksi virus sampai
saat ini belum
ditemukan obatnya, sehingga
cara yang paling tepat untuk pencegahan
penularan penyakit viral hanya
dapat
dilakukan dengan melakukan program vaksinasi secara benar (lege artis), dan pemusnahan.
ARTIKEL LAINNYA