Menurut Brooks dan
Gooble dalam menjalankan pendidikan
karakter terdapat tiga elemen yang penting untuk diperhatikan yaitu
prinsip, proses dan prakteknya dalam pengajaran. Dalam menjalankan prinsip itu
maka nilai-nilai yang diajarkan harus termanifestasikan dalam kurikulum
sehingga semua siswa dalam sekolah
faham benar tentang nilai-nilai tersebut dan mampu menerjemahkannya dalam
perilaku nyata. Untuk itu maka diperlukan pendekatan optimal untuk mengajarkan
karakter secara efektif yang menurut Brooks dan Goble harus diterapkan di
seluruh sekolah. Pendekatan yang
sebaiknya dilaksanakan adalah meliputi:
1.
Sekolah harus dipandang
sebagai suatu lingkungan yang diibaratkan seperti pulau dengan bahasa dan
budayanya sendiri. Namun sekolah
juga harus memperluas pendidikan
karakter bukan saja kepada guru, staf dan siswa didik, tetapi juga kepada
keluarga/rumah dan masyarakat sekitarnya.
2.
Dalam menjalankan kurikulum karakter maka sebaiknya:
a.
pengajaran tentang nilai-nilai berhubungan dengan sistem sekolah secara keseluruhan;
b.
diajarkan sebagai subyek yang berdiri sendiri namun diintegrasikan
dalam kurikulum sekolah keseluruhan;
c.
seluruh staf menyadari dan mendukung tema nilai yang diajarkan.
3.
Penekanan ditempatkan untuk
merangsang bagaimana siswa menterjemahkan prinsip nilai ke dalam bentuk
perilaku pro-sosial.
Mengingat moral adalah sesuatu yang bersifat abstrak maka
nilai-nilai moral kebaikan harus diajarkan pada generasi muda ini. Oleh sebab
itu tema yang sesuai dengan usia anak dalam berpikir konkrit perlu diakomodasi.
Cerita-cerita kepahlawanan dan kisah kehidupan yang perlu diteladani baik dari
para orang bijak, maupun para pejuang bangsa dan humanisme tetap diperlukan.
Bahkan imajinasi anak terhadap kehidupan yang ideal ini (meskipun apa yang
dilihatnya dari sekitarnya tidaklah demikian) perlu ditekankan kepada anak agar
ia mencintai kebajikan dan terdorong untuk berbuat hal yang sama.
