Pemantauan
perkembangan psikomotor
anak sangat
penting
untuk mengetahui penyimpangan secara
dini shingga upaya
pencegahan, upaya
stimulasi dan upaya penyembuhan
serta pemulihan dalam pelayanan kesehatan anak
dapat dioptimalkan. Upaya tersebut dilakukan sesuai dengan umur perkembangan anak sehingga tercapai kondisi optimal. Pada umumnya terdapat pola-pola tertentu dlam perkembangan anak. Namun
pada hakekatnya perkembangan anak adalah bersifat individual
akibatnya tidak mungkin untuk mengukur
perkembangan anak secara keseluruhan yang dapat diukur hanyalah gejala atau tanda-tanda tertentu dsri perkembangannya atau secara umum (Satoto
cit Eviana, 1998)
Kegiatan pemantauan perkembangan psikomotor anak
terutama perkembangan motorik dapat dilakukan di pusat
pelayanan kesehatan, sekolah
dan lingkungan keluarga. Pemantauan yang dilakukan di
sekolah misalnya menggunakan metode skrining
perkembangan menurut Denver II (Denver Development Screening
Test / DDST). Pemantauan yang dilakukan di lingkungan
keluarga dan posyandu misalnya menggunakan kartu perkembangan anak dan
gerakan bina keluarga balita.
