Masyarakat belajar adalah sekelompok siswa yang terikat dalam kegiatan belajar agar terjadi proses belajar
lebih dalam. Semua siswa harus mempunyai
kesempatan untuk bicara dan berbagi ide, mendengarkan ide siswa lain dengan
cermat, dan bekerjasama untuk membangun pengetahuan dengan teman di dalam
kelompoknya. Konsep ini didasarkan pada ide bahwa belajar secara bersama lebih baik daripada belajar secara individual.
Masyarakat belajar bisa terjadi apabila ada proses komunikasi dua arah. Seseorang yang
terlibat dalam kegiatan masyarakat belajar memberi informasi yang diperlukan oleh teman bicaranya dan sekaligus
juga meminta informasi yang diperlukan dari teman belajarnya. Kegiatan saling belajar ini bisa terjadi jika tidak ada pihak yang dominan dalam komunikasi,
tidak ada pihak yang merasa segan untuk bertanya, tidak ada pihak yang
menganggap paling tahu. Semua pihak mau saling mendengarkan.
Praktik
masyarakat belajar terwujud dalam:
(a) Pembentukan kelompok kecil
(b) Pembentukan kelompok besar
(c) Mendatangkan „ahli‟ ke
kelas (tokoh, olahragawan, dokter,
petani, polisi, dan lainnya)
(d) Bekerja dengan kelas sederajat
(e) Bekerja kelompok dengan kelas di atasnya
(f) Bekerja dengan masyarakat
Penerapan
prinsip masyarakat belajar di dalam proses pembelajaran dapat mengembangkan berbagai karakter, antara lain kerjasama,
menghargai pendapat orang lain, santun, demokratis, patuh pada turan sosial,
dan tanggung jawab.
