Pengalengan ikan adalah pengawetan ikan dalam wadah yang tertutup secara hermetis
(tidak dapat dilalui uap air, udara debu, mikroba dan kotoran lain) dan kemudian
disterilisasi.
Jenis-jenis
ikan yang
banyak
dikalengkan adalah
sardin, salem, makerel, tongkol, lemuru, kembung dan
kadang-kadang bandeng,
ikan tuna,
udang
dan
daging
kerang.
Prosedur pengalengan
ikan hampir sama dengan produk lainya dari daging (misalnya kornet), karena keduanya
merupakan
bahan pangan yang mempunyai pH tinggi. Prosedur-nya meliputi penyiapan bahan mentah, pemasakan, pengisian kedalam kaleng,
penambahan medium (untuk
ikan biasa ditambahkan
larutan garam, saus tomat, minyak nabati atau bumbu lain), "exhausting",
penutupan, sterilisasi, pendinginan, pemasangan
lebel, penyimpanan
sementara, dan distribusi (pemasaran). Wadah yang umum untuk mengalengkan ikan adalah kaleng. Daya
simpan ikan dalam kaleng
bukan tidak terbatas, karena hal ini tergantung dari cara penanganan dan kondisi tempat penyimpanan. Umumnya dinyatakan bahwa umur simpan produk kalengan
pada
kondisi penyimpanan yang baik adalah 2 tahun.
Ikan yang dikalengkan harus dibuang isi perutnya, sirip, ekor dan sisiknya. Kalau ukurannya terlalu besar de-ngan ukuran kaleng harus dipotong menjadi beberapa bagian. Setelah
disiangi,
supaya ikan bersih dari sisa-sisa kotoran dan darah,
maka
perlu dicuci.
Selain
itu pencucian juga mengurangi
jumlah mikroba yang ada. Untuk menambah
rasa enak pada ikan, kadang-kadang
dilakukan penggaraman. Selain digunakan garam kadang-kadang
digunakan bumbu penyedap.
Setelah persiapan bahan
dasar (ikan)
telah
selesai,
lalu
dilakukan pengalengan. Ikan dimasukkan ke dalam kaleng.
Selain ikan, dapat pula ditambahkan larutan garam, minyak nabati, saus tomat atau sayuran kedalam kaleng, sesuai produk yang dikehendaki.
Cara pembuatan
saus
tomat adalah sebagai berikut : Tomat sebanyak 80 kg, minyak
nabati 4 kg, gula pasir 9 kg, bawang merah 20 kg, garam 1 kg, asam cuka 80 % sebanyak 1,5
kg, bumbu-bumbu 0,21 kg
terdiri
atas lada, cengkeh, ketumbar dan daun
salam.
Bahan- bahan tersebut dicampur air secukupnya, kemudian dimasak selama 15-20 menit. Setelah itu
didinginkan pada suhu 70-80 C baru digunakan untuk mengisi kaleng.
Pengisian kaleng tidak boleh penuh, tetapi harus disisakan sedikit ruangan kurang lebih
1/10 bagian kaleng. Hal ini dimaksudkan supaya isinya tidak tumpah pada saat sterilisasi karena
terjadi pemuaian.
Sebelum kaleng ditu-tup,
terlebih
dahulu
dilakukan
"exhausting"
yaitu mengeluarkan udara dan gas-gas didalam kaleng serta menggantinya dengan uap air
panas. Bila dalam kaleng masih terdapat udara, maka spora-spora
bakteri yang masih tahan
pada proses sterilisasi akan dapat tumbuh sehingga menyebabkan terjadi kerusakan. Segera setelah proses "exhausting"
selesai dilakukan, kaleng ditutup rapat lalu dimasukan kedalam
retort. Retort ditutup, kemudian
dilakukan
sterilisasi pada suhu 112 -120 C selama beberapa menit.
Proses selanjutnya adalah pendinginan dengan mengguna-kan air dingin. Sesudah itu kaleng dapat disimpan sesudah dikeringkan dan diberi label.
Berikut ini diberikan contoh proses pengalengan ikan tuna/tongkol secara sederhana.
a. Bahan dan Alat
Ikan tongkol, udang, tomat, garam, kaleng (enamel C), panci, alat penutup kaleng
"double seamer" dan retort.
b. Prosedur
1. Ikan dicuci kemudian dibuang kepala, sirip, jeroan, ekor dan sisiknya. Cuci kembali dan potong melintang dengan ketebalan 3 - 4 cm. Untuk udang dilakukan pencucian, pembuangan kulit dan kepala sehingga diperoleh dagingnya saja kemudian dicuci lagi.
2. Potongan daging
ikan dan udang kemudian direbus atau dikukus selama 15 menit kemudian
ditiriskan.
3. Sementara itu
disiapkan medium saos tomat yang terdiri
dari hancuran tomat,
minyak nabati, garam
dan
bahan
lain
jika perlu (dibuat sesuai selera).
Kemudian saos tomat tersebut dipanaskan pada suhu sekitar 70 C selama 15 menit.
4. Masukan potongan
daging ikan tongkol dan udang kedalam kaleng, isi dengan saos tomat
dengan meninggalkan "head space" 1 - 1,5 cm.
5. Dalam keadaan kaleng terbuka, lakukan exhausting dengan cara mengukus kaleng
selama 5
- 10 menit.
6. Tutup kaleng dengan segera menggunakan mesin "double seamer". Cuci kaleng dalam bak
air, amati apakh terjadi kebocoran kaleng.
7. Masukkan
semua kaleng dalam retort dan lakukan sterilisasi dalam suhu 120 C selama 1 jam.
8. Dinginkan segera dalam air mengalir
ARTIKEL LAINNYA
