Pakar
Psikologi Perkembangan Erikson memfokuskan pada perkembangan psikososial sejak kecil
hingga dewasa dalam delapan tahap. Setiap orang akan melewati tahapan dan
setiap tahapan akan mendapatkan pengalaman positif dan negatif. Kepribadian
yang sehat akan diperoleh apabila seseorang dapat melewati krisis dalam tugas perkembangan dengan baik. Bagi anak usia dini, autonomy v.s. doubt
(1-3 tahun). Bayi memerlukan pengasuhan yang penuh cinta kasih sehingga ia
merasa yang aman baginya. Ketidak konsistenan dan penolakan pada masa bayi akan
menimbulkan ketidak percayaan pada pengasuhnya berlanjut pada orang lain dan
lingkungan yang lebih luas.Pada masa usia dini banyak hal yang menarik dia
sehingga akan menjadikan dia ingin selalu mencoba terkadang berbahaya. Pada
tahap ini orang dewasa harus memberikan dukungannya dan Erikson mengingatkan pembatasan dan kritik yang berlebihan akan
menyebabkan tumbuh rasa ragu terhadap kemampuan dirinya.
Teori Motivasi Menurut Morgan
Dalam dunia
psikologi, dorongan yang dirasakan seseorang untuk melakukan sesuatu disebut
sebagai motivasi. Motivasi tersebut dapat berasal dari
dalam maupun dari luar diri seseorang.
Morgan (1986) dalam
bukunya Introduction To Psychology, menjelaskan beberapa teori motivasi:
1. Teori insentif
Dalam teori insentif, seseorang berperilaku
tertentu untuk mendapatkan sesuatu. Sesuatu ini disebut sebagai insentif dan
adanya di luar diri orang tersebut. Contoh insentif yang paling umum dan paling
dikenal oleh anak-anak misalnya jika anak naik kelas akan dibelikan sepeda baru
oleh orangtua, maka anak belajar dengan tekun untuk mendapatkansepeda baru.
Insentif biasanya hal-hal yang menarik dan menyenangkan, sehingga anak tertarik
mendapatkannya. Insentif, bisa juga sesuatu yang tidak menyenangkan, maka orang
berperilaku tertentu untuk menghindar mendapatkan insentif yang tidak
menyenangkan ini. Dapat juga terjadi sekaligus, orang berperilaku tertentu
untuk mendapatkan insentif menyenangkan, dan menghindar dari insentif tidak
menyenangkan.
2. Pandangan hedonistik
Dalam
pandangan hedonistik, seseorang didorong untuk berperilaku tertentu yang akan
memberinya perasaan senang dan menghindari perasaan tidak menyenangkan. Contohnya:
anak mau belajar karena ia tidak ingin ditinggal ibunya ke pasar/supermarket.
Dari uraian di atas, dapat diasumsikan anak yang malas tidak merasa adanya
insentif yang menarik bagi dirinya dan ia pun tidak merasakan perasaan
menyenangkan dari belajar. Memberikan Dorongan Agar Anak Mau Belajar.
Sehubungan dengan teori motivasi di atas tentunya bisa
dikatakan dengan mudah, ayo kita berikan dorongan agar anak mau belajar.
Keempat, Jangan menjadikan anak sebagai pengasuh adiknya. Jangan paksa
anak yang lebih tua sebagai pengasuh adiknya. Karena anak akan merasa terbebani
dan mempengaruhi anak menjadi lebih dewasa dari waktunya.
Kelima, Buatlah pembagian tugas rumah masing-masing anak. Keenam,
Kembangkan dan ajarkan anak bersikap empati dan memperhatikan saudaranya yang
lain.
Bagaimanapun
juga, persaingan antar saudara kandung
(sibling rivalry) dalam
keluarga tidak dapat dihindari. Namun, naluri keibuan, kasih sayang dan
kepekaan Anda sebagai orang tua akan sangat membantu meminimalkan perasaan
cemburu dan permusuhan antara
mereka, sehingga timbul perasaan empati dan kesediaan sikap untuk berbagi
dengan saudaranya yang lain. Tidak ada yang dapat membahagiakan kecuali
senantiasa melewatkan waktu-waktu anda bersama senyuman lucu buah hati anda.
ARTIKEL LAINNYA
