Sikap dapat pula bersifat positif dan dapat pula bersifat negatif (1) Sikap positif kecenderungan tindakan adalah mendekati, menyenangi, mengharapkan obyek tertentu. (2)Sikap negatif terdapat kecenderungan untuk menjauhi, menghindari, membenci, tidak menyukai obyek tertentu. Ciri-ciri sikap adalah (1) Sikap bukan dibawa sejak lahir melainkan dibentuk atau dipelajari sepanjang perkembangan itu dalam hubungan dengan obyeknya. Sifat ini membedakannnya dengan sifat motif-motif biogenis seperti lapar, haus, kebutuhan akan istirahat. (2) Sikap dapat berubah-ubah karena itu sikap dapat dipelajari dan sikap dapat berubah pada orang-orang bila terdapat keadaan-keadaan dan syarat-syarat tertentu yang mempermudah sikap pada orang itu. (3) Sikap tidak berdiri sendiri, tetapi senantiasa mempunyai hubungan tertentu terhadap suatu obyek dengan kata lain, sikap itu terbentuk, dipelajari atau berubah senantiasa berkenaan dengan suatu obyek tertentu yang dapat dirumuskan dengan jelas. (4) Obyek sikap itu merupakan suatu hal tertentu tetapi dapat juga merupakan kumpulan dari hal-hal tersebut. (5) Sikap mempunyai segi-segi motivasi dan segi-segi perasaan, sifat alamiah yang membedakan sikap dan kecakapan-kecakapan atau pengetahuan-pengetahuan yang dimiliki orang.
Sikap
muncul dari berbagai bentuk penilaian. Sikap dikembangkan dalam tiga
model, yaitu afeksi kecenderungan perilaku, dan kognisi. Respon afektif adalah
respon fisiologis yang mengekspresikan kesukaan individu pada sesuatu.
Kecenderungan perilaku adalah indikasi verbal dari maksud seorang individu.
Respon kognitif adalah pengevaluasian secara kognitif terhadap suatu obyek sikap.
Kebanyakan sikap individu adalah hasil belajar sosial dari
lingkungannya. Bisa terdapat kaitan antara sikap dan perilaku
seseorang walaupun tergantung pada faktor lain, yang kadang bersifat irasional.
Sebagai contoh, seseorang yang
menganggap penting transfusi darah belum tentu mendonorkan darahnya. Hal ini
masuk akal bila orang tersebut takut melihat darah, yang akan menjelaskan
irasionalitas tadi.
Sikap dapat
mengalami perubahan sebagai akibat dari pengalaman. Tesser (1993) berargumen bahwa
faktor bawaan dapat mempengaruhi sikap tapi secara tidak langsung.
Sebagai contoh, bila seseorang terlahir dengan kecenderungan menjadi
ekstrovert, maka sikapnya terhadap suatu jenis musik akan terpengaruhi. Sikap
seseorang juga dapat berubah akibat bujukan. Hal ini bisa terlihat saat iklan atau
kampanye mempengaruhi seseorang.
Salah
seorang ahli yang membahas tentang sikap adalah Carl Jung. Ia
mendefinisikan tentang sikap sebagai "kesiapan dari psike untuk
bertindak atau bereaksi dengan cara tertentu". Sikap sering muncul
dalam bentuk pasangan, satu disadari sedang yang lainnya tidak disadari.
Sikap
terdiri dari tiga komponen, yakni:
afektif, kognitif, dan konatif. Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki
oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu obyek. Komponen kognitif
adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai obyek. Adapun komponen
konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara
tertentu berkenaan dengan kehadiran objek
sikap.
Secara
umum, objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai
mata pelajaran adalah sebagai berikut.(1) Sikap terhadap materi
pelajaran. Peserta didik perlu memiliki sikap positif terhadap materi
pelajaran. Dengan sikap positif dalam diri peserta didik akan tumbuh dan
berkembang minat belajar, akan lebih mudah diberi motivasi, dan akan lebih
mudah menyerap materi pelajaran yang diajarkan. (2) Sikap terhadap
guru/pengajar. Peserta didik perlu memiliki sikap positif terhadap guru.
Peserta didik yang tidak memiliki sikap positif terhadap guru akan cenderung
mengabaikan hal-hal yang diajarkan. Dengan demikian, peserta didik yang
memiliki sikap negatif terhadap guru/pengajar akan sukar menyerap materi
pelajaran yang diajarkan oleh guru tersebut.(3) Sikap terhadap proses
pembelajaran. Peserta didik juga perlu memiliki sikap positif terhadap
proses pembelajaran yang berlangsung. Proses pembelajaran mencakup
suasana pembelajaran, strategi, metodologi, dan teknik pembelajaran yang
digunakan. Proses pembelajaran yang menarik, nyaman dan menyenangkan dapat menumbuhkan
motivasi belajar peserta didik, sehingga dapat mencapai hasil belajar yang
maksimal. (4) Sikap berkaitan dengan nilai atau norma yang
berhubungan dengan suatu materi pelajaran. Misalnya kasus atau masalah
lingkungan hidup, berkaitan dengan materi Biologi atau Geografi. Peserta didik
juga perlu memiliki sikap yang tepat, yang dilandasi oleh nilai-nilai
positif terhadap kasus lingkungan tertentu (kegiatan pelestarian/kasus
perusakan lingkungan hidup). Misalnya, peserta didik memiliki sikap
positif terhadap program perlindungan satwa liar. Dalam kasus yang lain,
peserta didik memiliki sikap negatif terhadap kegiatan ekspor kayu
glondongan ke luar negeri. (5) Sikap berhubungan dengan kompetensi
afektif lintas kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran.
ARTIKEL LAINNYA
