Menurut Piaget, periode yang dimulai pada
usia 12 tahun, yaitu yang lebih kurang sama dengan usia siswa SMP, merupakan ‘period
of formal operation’. Pada usia ini, yang berkembang pada siswa adalah
kemampuan berfikir secara simbolis dan bisa memahami sesuatu secara bermakna (meaningfully)
tanpa memerlukan objek yang konkrit atau bahkan objek yang visual. Siswa telah
memahami hal-hal yang bersifat imajinatif.
Implikasinya dalam pengajaran Teknologi informasi
dan komunikasi adalah bahwa belajar akan bermakna kalau input (materi
pelajaran) sesuai dengan minat dan bakat siswa. Pengajaran Teknologi informasi
dan komunikasi akan berhasil kalau penyusun silabus dan guru mampu menyesuaikan
tingkat kesulitan dan variasi input dengan harapan serta karakteristik siswa
sehingga motivasi belajar mereka berada pada tingkat maksimal.
Pada tahap perkembangan ini juga berkembang ketujuh kecerdasan dalam Multiple
Intelligences yang dikemukakan oleh Gardner, yaitu:
1. kecerdasan
linguistik (kemampuan berbahasa yang fungsional),
2. kecerdasan
logis-matematis (kemampuan berfikir runtut),
3. kecerdasan
musikal (kemampuan menangkap dan menciptakan pola nada dan irama),
4. kecerdasan
spasial (kemampuan membentuk imaji mentaltentang realitas),
5. kecerdasan
kinestetik-ragawi (kemampuan menghasilkan gerakan motorik yang halus),
6. kecerdasan
intra-pribadi (kemampuan untuk mengenal diri sendiri dan mengembangkan rasa
jati diri), kecerdasan antarpribadi
(kemampuan memahami orang lain).
Keenam macam kecerdasan
ini berkembang pesat dan bila dapat dimanfaatkan oleh guru Teknologi informasi
dan komunikasi, akan sangat membantu siswa dalam menguasai kemampuan
berteknologi informasi dan komunikasi.