Pendidikan merupakan proses pembudayaan, dan pendidikan juga dipandang sebagai alat untuk perubahan budaya. Proses pembelajaran di sekolah
merupakan proses pembudayaan yang
formal atau proses akulturasi. Proses akulturasi bukan semata-mata transmisi budaya dan adopsi budaya, tetapi juga perubahan budaya.
Sebagaimana diketahui, pendidikan
menyebabkan terjadinya beragam perubahan dalam bidang sosial budaya, ekonomi, politik, dan agama.
Namun, pada saat bersamaan, pendidikan
juga merupakan alat untuk konservasi budaya,
transmisi, adopsi, dan pelestarian budaya.
Proses pembudayaan terjadi dalam bentuk pewarisan
tradisi budaya dari satu generasi
kepada generasi berikutnya, dan adopsi tradisi budaya oleh orang yang belum mengetahui budaya tersebut sebelumnya. Pewarisan tradisi budaya dikenal sebagai proses enkulturasi (enculturation),
sedangkan adopsi tradisi budaya dikenal
sebagai proses akulturasi (aculturation). Kedua proses tersebut berujung pada
pembentukan budaya dalam suatu
komunitas.
Proses pembudayaan enkulturasi biasanya terjadi
secara informal dalam keluarga, komunitas budaya
suatu suku, atau komunitas budaya
suatu wilayah. Proses pembudayaan
enkulturasi dilakukan oleh orang tua, atau orang yang dianggap senior terhadap
anak-anak, atau terhadap orang yang dianggap lebih muda. Tata krama, adat
istiadat, keterampilan suatu suku/keluarga biasanya diturunkan kepada generasi
berikutnya melalui proses enkulturasi.
Sementara itu, proses akulturasi biasanya terjadi secara formal
melalui pendidikan. Seseorang yang
tidak tahu, diberitahu dan disadarkan akan keberadaan suatu budaya, kemudian orang tersebut
mengadopsi budaya tersebut.
Misalnya, seseorang yang pindah ke suatu tempat baru, kemudian mempelajari
bahasa, budaya, kebiasaan dari
masyarakat di tempat baru tersebut, lalu orang itu akan berbahasa dan berbudaya, serta melakukan kebiasaan
sebagaimana masyarakat di tempat itu
ARTIKEL LAINNYA
