Jumlah unggas yang
mati akibat wabah penyakit flu burung di 10 propinsi
di
Indonesia sangat besar yaitu3.842.275 ekor (4,77%) dan yang paling tinggi jumlah kematiannya adalah
propinsi Jawa Barat (1.541.427
ekor). Pada bulan Juli 2005, penyakit flu burung
telah merenggut tiga orang nyawa warga Tangerang Banten, Hal ini didasarkan
pada
hasil pemeriksaan laboratorium
Badan Penelitian dan Pengembangan DepkesJakarta dan laboratorium rujukan WHO di Hongkong.
Melihat kenyataan ini seyogyanya
masyarakat mewaspadai adanya penyakit flu
burung, namun tidak perlu sampai timbul kepanikan.
a. Penyebab Penyebab flu burung
Penyebabnya
adalah virus influenza tipe A . Virus influenza termasukfamili Orthomyxoviridae. Virus influenza tipe A dapat berubah-ubah bentuk (Drift, Shift), dan dapat
menyebabkan
epidemi dan pandemi. Virus influenza tipe A terdiri dari Hemaglutinin (H) dan Neuramidase
(N),
kedua huruf ini digunakan sebagai identifikasi kode subtipe flu burung yang
banyak
jenisnya. Pada
manusia
hanya terdapat jenis H1N1,
H2N2,
H3N3,
H5N1, H9N2, H1N2,
H7N7. Sedangkan pada binatang H1-H5 dan N1-N9.
Strain yang sangat virulen/ganas dan menyebabkan flu burung adalah dari subtipe A
H5N1. Virus tersebut dapat bertahan
hidup di air sampai
4 hari pada suhu 220o C. Virus akan
mati
pada pemanasan 600 C selama
30 menit atau 560 C selama 3 jam dan dengan detergent, desinfektan misalnya formalin, serta cairan yang mengandung iodine.
b. Gejala Gejala
flu burung dapat dibedakan pada unggas dan manusia
Gejala pada unggas.
- Jengger berwarna biru
- Borok dikaki
- Kematian mendadak
b.2.
Gejala pada manusia.
- Demam (suhu badan diatas 38oC)
- Batuk dan nyeri tenggorokan
- Radang saluran pernapasan atas
- Pneumonia
- Infeksi mata
- Nyeri otot b.3. Masa Inkubasi
- Pada Unggas : 1 minggu
- Pada Manusia : 1-3 hari ,
Penularan dari unggas ke manusia juga dapat terjadi jika manusia telah menghirup udara yang mengandung virus flu burung atau kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi
flu burung.Sampai saat ini belum ada bukti yang menyatakan bahwa virus flu burung dapat menular dari manusia ke manusia dan menular melalui makanan.
Pencegahan flu burung
a. Pada Unggas:
1.Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung
2.Vaksinasi pada unggas yang sehat
b. Pada Manusia :
Kelompok berisiko tinggi ( pekerja peternakan dan pedagang)
• Mencuci tangan
dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja
• Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinsfeksi fluburung
• Menggunakan alat pelindung diri. (contoh : masker dan pakaian kerja)
• Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja
• Membersihkan kotoran unggas setiap hari.
• Imunisasi.
Masyarakat umum
·
Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat cukup.
·
Mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu :
Pilih unggas yang sehat (tidak
terdapat gejala-gejala penyakit
padatubuhnya) dan Memasak daging ayam sampai dengan suhu ± 800C selama 1 menit
dan pada telur sampai dengan suhu ± 640C selama 4,5 menit