Para ahli nampaknya
memiliki beberapa pandangan yang berbeda tentang perilaku pemalu (shyness). Ada ahli yang mengatakan bahwa pemalu adalah suatu sifat bawaan atau
karakter yang terberi sejak lahir. Ahli lain mengatakan bahwa pemalu adalah perilaku yang merupakan
hasil belajar atau respond terhadap suatu kondisi tertentu. Secara definitif,
penulis menjabarkan pemalu sebagai
suatu keadaan dalam diri seseorang dimana orang tersebut sangat peduli dengan
penilaian orang lain terhadap dirinya dan merasa cemas karena penilaian sosial
tersebut, sehingga cenderung untuk menarik diri.
Kecenderungan menarik
diri ini sudah dimulai sejak masa kanak-kanak, bahkan sejak bayi. Kita dapat
melihat ada bayi-bayi yang menangis jika didekati orang atau tidak mau untuk
dipegang. Sebaliknya ada juga bayi-bayi yang tidak pemalu, mereka membiarkan diri mereka berada dekat orang lain, dan
tidak menolak digendong oleh orang yang tidak dikenal.
Swallow, seorang
psikiater anak, membuat daftar hal-hal yang biasanya dilakukan/dirasakan oleh
anak yang pemalu. Adapun Hal-hal
yang biasanya dilakukan/dirasakan oleh anak yang pemalu antara lain :
- ·menghindari kontak mata;
- ·tidak mau melakukan apa-apa;
- ·terkadang memperlihatkan perilaku mengamuk/temper tantrums
(dilakukan untuk melepaskan kecemasannya);
- ·tidak banyak bicara, menjawab secukupnya saja seperti “ya”,
“tidak”, “tidak tahu”, “halo”;
- ·tidak mau mengikuti kegiatan-kegiatan di kelas;
- ·tidak mau meminta pertolongan atau bertanya pada orang yang tidak
dikenal;
- ·mengalami demam panggung (pipi memerah, tangan berkeringat,
keringat dingin, bibir terasa kering) di saat-saat tertentu;
- ·menggunakan alasan sakit agar tidak perlu berhubungan dengan orang
lain (misalnya agat tidak perlu pergi ke sekolah);
- ·mengalami psikosomatis;
- ·merasa tidak ada yang menyukainya.
Swallow juga
menyatakan adanya beberapa situasi dimana seseorang (pemalu maupun tidak) akan mengalami rasa malu yang wajar dan lebih
dapat diterima, yaitu
- ·bertemu dengan orang yang baru dikenal;
- ·tampil di depan orang banyak;
- ·situasi baru (misalnya sekolah baru, pindah rumah baru).
Pada dasarnya pemalu bukanlah hal yang menjadi
masalah ataupun dipermasalahkan, dan sudah pasti bukan merupakan abnormalitas.
Tetapi masalah justru bisa muncul akibat sifat pemalu. Peribahasa malu bertanya sesat di jalan, menggambarkan
secara tepat masalah yang dapat muncul karena rasa malu yang ada dalam diri
seseorang. Misalnya, ketika berada di rumah teman/tetangga, anak ingin buang
air kecil tetapi malu minta ijin ke toilet, sehingga menahan keinginan buang
air yang akhirnya berakibat sianak malah mengompol.
Pemalu juga dapat menjadi
masalah, jika sifat ini menyebabkan potensi anak menjadi terkubur dan anak
tidak berkembang secara optimal sesuai dengan potensinya. Misalnya anak yang
punya suara bagus dan berbakat menyanyi, tapi merasa malu untuk mengasah
bakatnya dengan ikut koor, les vokal dan mengikuti kejuaraan, maka suara
indahnya akan tersimpan sia-sia dan tidak bertambah indah. Hal ini sangat
disayangkan baik bagi anak maupun orangtuanya.
