
1. Penyakit lemah jantung
Otot
jantung yang lemah. Ini adalah kelainan
bawaan sejak lahir. Otot jantung yang lemah membuat penderita tak dapat melakukan
aktifitas yang berlebihan, karena pemaksaan kinerja jantung yang berlebihan akan menimbulkan rasa sakit di bagian dada, dan kadangkala dapat menyebabkan tubuh menjadi nampak kebiru- biruan. Penderita lemah otot jantung ini mudah pingsan. Adanya celah antara serambi
kanan dan serambi kiri, oleh karena tidak sempurnanya pembentukan
lapisan yang memisahkan antara kedua serambi saat penderita
masih di dalam kandungan. Hal ini menyebabkan
darah bersih dan darah kotor tercampur.
Penyakit ini juga
membuat
penderita tidak dapat melakukan aktifitas yang berat, karena aktifitas yang berat hampir dapat
dipastikan akan membuat tubuh penderita menjadi biru dan sesak
nafas, walaupun tidak menyebabkan rasa sakit di dada. Ada pula variasi dari penyakit ini, yakni penderitanya benar-benar hanya memiliki satu buah serambi.
2. Penyakit jantung
koroner (PJK)
Penyakit jantung
koroner
disebut
“thrombosis koroner”. Di Indonesia, menurut statistik kesehatan, PJK menduduki urutan ketiga sebagai
penyebab kematian. Dengan semakin meningkatnya pendapatan penduduk,
penderita PJK diramalkan juga semakin meningkat. Pada tahun 1974, dilaporkan ada sekitar
140,000 penderita PJK, dan pada tahun tersebut ada 18,000,000
penduduk Indonesia di atas usia 45 tahun yang berada dalam
keadaan bahaya. Untuk itu, kewaspadaan perlu terus kita tingkatkan bila kita ingin menghindarkan
penyakit jantung sebagai penyebab utama kematian di Indonesia.
Melihat penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu di dunia, atau pembunuh nomor tiga di Indonesia, adalah penting bagi kita untuk mengetahui penyebab serta penanggulangan penyakit
jantung. Sekarang ini betapa
sering kita mendengar seseorang yang sedang menonton
sepakbola, tiba-tiba mendapat serangan
jantung, dan menghembuskan napas yang penghabisan dalam perjalanan ke rumah sakit. Atau pernahkah
kita
mendengar seorang yang sedang main bulutangkis,
tiba-tiba terjatuh, dan tidak pernah bangun kembali? Bagaimanakah penyakit serangan
jantung ini dapat
dihindarkan? Apakah benar olahraga
dapat menghindarkan penyakit jantung? Untuk
itu kita akan melihat
apakah yang menjadi faktor primer dan sekunder mengapa seorang mempunyai
risiko untuk mendapatkan penyakit jantung.
ARTIKEL LAINNYA