Keberhasilan proses
pengajaran Teknologi informasi dan komunikasi juga ditentukan oleh pemahaman
tentang perkembangan aspek afektif siswa. Ranah afektif tersebut mencakup emosi
atau perasaan yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Bloom (Brown, 2000)
memberikan definisi tentang ranah afektif yang terbagi atas lima tataran
afektif yang implikasinya dalam siswa SMP lebih kurang sebagai berikut:
1)
sadar akan situasi, fenomena, masyarakat, dan objek di
sekitar;
2)
responsif terhadap stimulus-stimulus yang ada di
lingkungan mereka;
3)
bisa menilai;
4)
sudah mulai bisa mengorganisir nilai-nilai dalam suatu
sistem, dan menentukan hubungan di antara nilai-nilai yang ada;
5)
sudah mulai memiliki karakteristik dan mengetahui
karakteristik tersebut dalam bentuk sistem nilai.
Pemahaman terhadap apa
yang dirasakan dan direspon, dan apa yang diyakini dan diapresiasi merupakan
suatu hal yang sangat penting dalam teori pemerolehan bahasa kedua atau bahasa
asing. Faktor pribadi yang lebih spesifik dalam tingkah laku siswa yang sangat
penting dalam penguasaan berbagai materi pembelajaran, yang meliputi:
1.
Self-esteem, yaitu penghargaan yang
diberikan seseorang kepada dirinya sendiri.
2.
Inhibition, yaitu sikap mempertahankan diri atau
melindungi ego.
3.
Anxiety (kecemasan), yang meliputi rasa
frustrasi, khawatir, tegang, dsbnya.
4.
Motivasi, yaitu dorongan untuk melakukan suatu
kegiatan.
5.
Risk-taking, yaitu keberanian mengambil risiko.
6.
Empati, yaitu
sifat yang berkaitan dengan pelibatan diri individu pada perasaan orang
lain.
