Koentjaraningrat
menyatakan bahwa perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran
manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilainya sebagai keadaan positif atau negatif.
Suatu perasaan yang selalu bersifat subyektif
karena adanya unsur penilaian,
yang biasanya menimbulkan suatu kehendak dalam kesadaran seorang individu. Kehendak itu bisa juga positif,
artinya individu tersebut ingin mendapatkan hal yang dirasakannya sebagai suatu hal yang akan
memberikan kenikmatan kepadanya,
atau bisa juga negatif, artinya
ia hendak menghindari hal yang dirasakannya sebagai
hal yang akan membawa perasaan tidak nikmat
kepadanya.
Alam kesadaran
manusia juga mengandung berbagai macam perasaan. Kalau orang pada suatu
hari yang luar biasa panasnya melihat
papan gambar reklame minuman es kelapa muda berwarna
merah muda yang tampak segar dan nikmat, maka persepsi itu menyebabkan seolah- olah terbayang di mukanya suatu penggambaran segelas
es
kelapa muda
yang dingin, manis, dan menyegarkan pada waktu hari sedang panas-panasnya, yang seakan-akan demikian realistiknya sehingga ke- luarlah air liurnya. Apersepsi
seorang individu
yang menggambarkan diri sendiri sedang menikmati segelas es kelapa muda tadi menimbulkan dalam kesadarannya suatu "perasaan" yang positif, yaitu perasaan
nikmat, dan perasaan nikmat
itu sampai nyata mengeluarkan air liur.
Sebaliknya, kita dapat juga menggambarkan adanya seorang individu yang melihat
sesuatu hal yang buruk atau mendengar suara
yang tidak
menyenangkan,
mencium bau busuk dan sebagainya. Dugaan-dugaan atau persepsi
seperti itu dapat menimbulkan kesadaran akan perasaan yang negatif, karena dalam kesadaran
terkenang lagi misalnya bagaimana kita menjadi muak karena
sepotong ikan yang sudah busuk yang kita alami di masa yang lampau. Apersepsi tersebut mungkin dapat menyebabkan kita menjadi benar-benar merasa muak apabila kita mencium
lagi bau ikan busuk.
Suatu perasaan bisa
berwujud menjadi
kehendak, suatu kehendak juga dapat menjadi sangat keras, dan hal itu sering terjadi
apabila hal yang dikehendaki itu tidak mudah diperoleh, atau sebaliknya.
Suatu kehendak yang kuat/keras disebut dengan keinginan.
Suatu keinginan juga bisa menjadi sangat besar, dan bila hal ini terjadi
maka disebut dengan emosi.
ARTIKEL LAINNYA
